Senin, 19/03/2012
Jabar Terkejut Persiapan Basket Riau
PON XVIII 2012 RIAU

PEKANBARU (RP) - Ketua Harian Perbasi Jawa Barat (Jabar), Teddy Heryadi terkejut dengan persiapan tim basket Riau yang belum intens menghadapi PON XVIII. Padahal pihaknya dengan beberapa daerah lain berencana mengajak Riau untuk mengikuti turnamen pemanasan apakah itu di Pekanbaru atau di Jakarta.

“Masa iya, persiapan tim basket Riau untuk PON belum jalan juga?” tanya Teddy saat berbincang-bincang dengan insan basket di Pekanbaru, termasuk pelatih PON Riau, Tjuk Kustanto dan Lie Gwan Chin saat menyaksikan Honda DBL 2012 Riau Series pekan lalu. Teddy yang juga manajer tim PON Jabar itu, datang ke Pekanbaru untuk menjajaki penginapan yang strategis untuk timnya. Dekat ke pusat kota dan tak jauh dari Hall A Sport Center Rumbai.

Dijelaskan Teddy, putra-putri Jabar membidik emas pada PON nanti. Mereka memiliki pemain-pemain berkualitas. Tak heran bila pemain Popnas Jabar, hanya Jan Misael Panagan yang masuk tim. Pemain timnas U-18 yang di DBL bisa nge-dunk Juan Laurent Kokodiputra, juga belum masuk tim.

“Vamiga Michel yang memiliki minute play cukup banyak di klub juara NBL, Satria Muda Britama hanya masuk roster ke-30 dalam tim Jabar. Anda berminat dengan Vamiga? Saya akan keluarkan surat-suratnya, asalkan angka-angkanya jelas,” ujar Teddy setengah bercanda kepada Tjuk Kustanto.

Dikatakan Teddy pula, jika persiapan Riau belum di mana-mana, sebagai tuan rumah mereka bisa dihajar lawan-lawan kuat di atas poin seratus. “Anda lihat kan di Porwil, Aceh tim yang paling tangguh di Sumatera menghajar Lampung dan Bengkulu yang katanya masih selevel dengan Riau di atas angka seratus. Bagaimana bila Riau menghadapi tim dari Pulau Jawa. Jawa Tengah saja bahkan melakukan try out ke Filipina,” ungkap Teddy sambil memandang kepada pelatih SMAN 9 Pekanbaru, Welly Febrissa.

Riau memang belum melakukan persiapan serius. Pemain-pemain yang akan membela Riau di PON belum jelas. Pemain potensial seperti Tony Sugiharto yang bermain di NBL dan si destroyer Papin Robertus Nadap-dap tak bisa lagi dipakai karena telah membela Sumatera Selatan di Porwil.

Pemain bagus jebolan Honda DBL Riau Series belum juga terdata sepenuhnya. Bahkan belum ada langkah konkret dari Perbasi Riau. Sebut saja salah satu skuad First Team 2009, Verdio Winata. Verdio seorang big man yang bertinggi 191 cm itu jadi bintang di kampusnya Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta. Bahkan saat ajang ajang LA Light Campus UII dia membawa tim fakultasnya jadi runner-up.

Selain Verdio, kapten SMAN 1 Pekanbaru ketika jadi runner-up Honda DBL 2009, Troy Arisel Putra (187 cm) kabarnya masuk skuad junior di klub NBL Garuda Speedy Bandung. Nama lainnya Ravi Zhafary, satu-satunya pemain Riau yang menembus DBL All-Star yang ikut bertanding dan belajar di Amerika pada 2010. Dia kini kuliah di teknik sipil Universitas Andalas Padang.

“Saya dengar pengurus akan menyeleksi pemain Riau yang ada di Pulau Jawa. Tapi sampai kini belum ada juga. Siapa sih yang tak ingin membela Riau di PON. Untuk PON saya pun siap ikut seleksi,” ungkap Verdio saat dihubungi Riau Pos kemarin.(ted)

 


Berita Terkait

Jadwal dan Hasil Pertandingan
Selengkapnya